A. Fungsi Komsumsi
Konsumsi dipengaruhi oleh hasrat unuk mengkonsumi atau propensity to consume. Hasrat untuk mengkonsumsi dinyatakan dalam angka tambahan hasrat mengkonsumsi yang disebut marginal propensity to consume atau MPC. MPC adalah bagian tambahan pendapatan yang digunakan untuk tambahan pengeluaran konsumsi. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
MPC=∆C/∆Y
Dengan MPC = tambahan hasrat konsumsi
∆C = C2 – C1 = Tambahan Konsumsi
∆Y = Y2 – Y1 = Tambahan Pendapatan
Konsumsi selain dipengaruhi pendapatan dan hasrat untuk mengkonsusmi, juga dipengaruhi factor – factor berikut:
a. Pengharapan dan dugaan terhadap masa depan
b. Banyaknya barang tersedia
c. Distribusi pendapatan
d. Pajak’
e. Kebiasaan masyarakat
f. hari keagamaan dan tradisi
Fungsi konsumsi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan nasional (Y).
Fungsi Konsumsi secara matematika adalah C = a + bY.
Keterangan :
c = Consumption/Konsumsi
a = Autonomous consumption/ besar pendapatan pada saat nol
b = MPC
Y = Pendapatan
Besarnya a dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
a = (APC – MPC)Y
APC = C/Y
Contoh Soal
1. Jika fungsi konsumsi C = 95.000 + 0,75Y dalam rupiah, sedangkan C merupakan besanya Konsumsi, Y besarnya pendapatan, maka besarnya konsumsi apabila tabungan sebesar Rp100.000 adalah… (UN 2012)
a. Rp780.000 c. Rp195.000 e. Rp95.000
b. Rp680.000 d. Rp100.000
Penyelesaiannya!
C = 95.000 + 0,75 Y
S = 100.000
100.000 = -95.000 + 0,25Y
0,25Y = -95.000 – 100.000
Y = (-950.000-100.000)/0,25
Y = 780.000
Jadi C = 95.000 + 0,75 x 780.000
C = 95.000 + 585.000
C = 680.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar