LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional: Bilateral, Regional, dan Multilateral
| Mata Pelajaran | : Ekonomi | Kelompok | : ..................................................... |
| Kelas / Fase | : XII / F | Nama Anggota |
1. ..................................................... 2. ..................................................... 3. ..................................................... |
Petunjuk Pengerjaan
- Bacalah setiap bagian LKPD dengan cermat sebelum menjawab.
- Kerjakan Bagian 1 (Tabel Klasifikasi) secara berkelompok berdasarkan penjelasan pendidik dan sumber belajar yang tersedia.
- Kerjakan Bagian 2 (Studi Kasus) sesuai nomor kasus yang dibagikan kepada kelompok kalian.
- Kerjakan Bagian 3 (Refleksi) secara individu di akhir pembelajaran.
- Waktu pengerjaan Bagian 1 dan 2: ± 50 menit. Diskusikan dengan aktif dan siapkan perwakilan kelompok untuk presentasi.
Bagian 1. Tabel Klasifikasi Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional
Klasifikasikan organisasi/perjanjian kerja sama ekonomi internasional berikut ke dalam bentuk yang sesuai (Bilateral/Regional/Multilateral), lalu tuliskan alasan atau ciri yang mendasari jawaban kalian.
| No | Organisasi / Perjanjian | Bentuk Kerja Sama | Alasan / Ciri yang Mendasari |
|---|---|---|---|
| 1 | ASEAN | ||
| 2 | AFTA (ASEAN Free Trade Area) | ||
| 3 | APEC | ||
| 4 | Uni Eropa (European Union) | ||
| 5 | RCEP | ||
| 6 | WTO (World Trade Organization) | ||
| 7 | IMF (International Monetary Fund) | ||
| 8 | World Bank (Bank Dunia) | ||
| 9 | IDB (Islamic Development Bank) | ||
| 10 | IJ-EPA (Indonesia – Jepang) | ||
| 11 | IA-CEPA (Indonesia – Australia) |
Pertanyaan pemandu:
1. Apa yang membedakan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral dari segi jumlah negara anggota dan cakupan wilayahnya?
2. Menurut kelompok kalian, bentuk kerja sama manakah yang cakupannya paling luas? Jelaskan.
Bagian 2. Studi Kasus Kelompok
Kerjakan studi kasus sesuai dengan nomor yang dibagikan oleh pendidik kepada kelompok kalian.
Studi Kasus 1 (Kelompok 1 & 2): Peran Indonesia dalam ASEAN dan AFTA terhadap Arus Perdagangan Produk UMKM
Sejak diberlakukannya AFTA, tarif bea masuk sebagian besar produk antarnegara ASEAN diturunkan hingga mendekati nol persen. Hal ini membuka peluang bagi produk UMKM Indonesia, seperti produk makanan olahan, kerajinan, dan tekstil, untuk lebih mudah masuk ke pasar Malaysia, Thailand, Vietnam, dan negara ASEAN lainnya. Namun di sisi lain, produk UMKM dari negara ASEAN lain juga lebih mudah masuk ke pasar Indonesia sehingga persaingan di dalam negeri semakin ketat.
Studi Kasus 2 (Kelompok 3 & 4): Dampak Keikutsertaan Indonesia dalam RCEP terhadap Industri Manufaktur
RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) merupakan kemitraan ekonomi kawasan terbesar di dunia yang melibatkan negara ASEAN beserta Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Keikutsertaan Indonesia dalam RCEP membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk manufaktur, namun juga meningkatkan arus masuk barang manufaktur dari negara mitra dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga industri dalam negeri dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Studi Kasus 3 (Kelompok 5): Peran IMF dan World Bank dalam Mendukung Stabilitas Ekonomi Indonesia
Sebagai anggota IMF dan World Bank, Indonesia dapat memperoleh bantuan teknis maupun pembiayaan pembangunan, misalnya dalam bentuk pinjaman untuk proyek infrastruktur atau bantuan kebijakan saat menghadapi tekanan neraca pembayaran. Meski demikian, bantuan dari lembaga multilateral ini umumnya disertai persyaratan (kondisionalitas) tertentu yang perlu dipertimbangkan secara cermat oleh pemerintah agar tidak menimbulkan ketergantungan jangka panjang.
Studi Kasus 4 (Kelompok 6): Manfaat Kerja Sama Bilateral IA-CEPA bagi Ekspor Produk Pertanian
IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) memberikan kemudahan tarif bagi berbagai produk ekspor Indonesia ke Australia, termasuk produk pertanian dan perikanan. Di sisi lain, Indonesia juga membuka akses lebih besar bagi produk ternak dan hasil pertanian dari Australia, seperti daging sapi dan gandum, yang perlu diantisipasi agar tidak merugikan petani dan peternak lokal.
Pertanyaan Analisis (jawab sesuai studi kasus kelompok kalian):
1. Termasuk bentuk kerja sama apakah studi kasus kelompok kalian (bilateral/regional/multilateral)? Jelaskan alasannya.
2. Apa manfaat kerja sama tersebut bagi perekonomian Indonesia?
3. Apa tantangan yang mungkin dihadapi Indonesia dari kerja sama tersebut?
4. Menurut kelompok kalian, langkah apa yang perlu dilakukan Indonesia (pemerintah, pelaku usaha, atau masyarakat) agar dapat mengoptimalkan manfaat kerja sama tersebut?
Bagian 3. Refleksi Individu
Jawablah pertanyaan berikut secara mandiri di akhir pembelajaran.
1. Bentuk kerja sama ekonomi internasional mana yang menurutmu paling berdampak bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang kerja sama ekonomi internasional?
3. Sebagai warga negara sekaligus bagian dari masyarakat ekonomi dunia, sikap apa yang perlu kamu kembangkan dalam menghadapi kerja sama ekonomi internasional?