Selasa, 28 Juli 2026

LKPD Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional

LKPD Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional: Bilateral, Regional, dan Multilateral

Mata Pelajaran : Ekonomi Kelompok : .....................................................
Kelas / Fase : XII / F Nama Anggota 1. .....................................................
2. .....................................................
3. .....................................................

Petunjuk Pengerjaan

  1. Bacalah setiap bagian LKPD dengan cermat sebelum menjawab.
  2. Kerjakan Bagian 1 (Tabel Klasifikasi) secara berkelompok berdasarkan penjelasan pendidik dan sumber belajar yang tersedia.
  3. Kerjakan Bagian 2 (Studi Kasus) sesuai nomor kasus yang dibagikan kepada kelompok kalian.
  4. Kerjakan Bagian 3 (Refleksi) secara individu di akhir pembelajaran.
  5. Waktu pengerjaan Bagian 1 dan 2: ± 50 menit. Diskusikan dengan aktif dan siapkan perwakilan kelompok untuk presentasi.

Bagian 1. Tabel Klasifikasi Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional

Klasifikasikan organisasi/perjanjian kerja sama ekonomi internasional berikut ke dalam bentuk yang sesuai (Bilateral/Regional/Multilateral), lalu tuliskan alasan atau ciri yang mendasari jawaban kalian.

No Organisasi / Perjanjian Bentuk Kerja Sama Alasan / Ciri yang Mendasari
1ASEAN
2AFTA (ASEAN Free Trade Area)
3APEC
4Uni Eropa (European Union)
5RCEP
6WTO (World Trade Organization)
7IMF (International Monetary Fund)
8World Bank (Bank Dunia)
9IDB (Islamic Development Bank)
10IJ-EPA (Indonesia – Jepang)
11IA-CEPA (Indonesia – Australia)

Pertanyaan pemandu:

1. Apa yang membedakan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral dari segi jumlah negara anggota dan cakupan wilayahnya?

2. Menurut kelompok kalian, bentuk kerja sama manakah yang cakupannya paling luas? Jelaskan.

Bagian 2. Studi Kasus Kelompok

Kerjakan studi kasus sesuai dengan nomor yang dibagikan oleh pendidik kepada kelompok kalian.

Studi Kasus 1 (Kelompok 1 & 2): Peran Indonesia dalam ASEAN dan AFTA terhadap Arus Perdagangan Produk UMKM

Sejak diberlakukannya AFTA, tarif bea masuk sebagian besar produk antarnegara ASEAN diturunkan hingga mendekati nol persen. Hal ini membuka peluang bagi produk UMKM Indonesia, seperti produk makanan olahan, kerajinan, dan tekstil, untuk lebih mudah masuk ke pasar Malaysia, Thailand, Vietnam, dan negara ASEAN lainnya. Namun di sisi lain, produk UMKM dari negara ASEAN lain juga lebih mudah masuk ke pasar Indonesia sehingga persaingan di dalam negeri semakin ketat.

Studi Kasus 2 (Kelompok 3 & 4): Dampak Keikutsertaan Indonesia dalam RCEP terhadap Industri Manufaktur

RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) merupakan kemitraan ekonomi kawasan terbesar di dunia yang melibatkan negara ASEAN beserta Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Keikutsertaan Indonesia dalam RCEP membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk manufaktur, namun juga meningkatkan arus masuk barang manufaktur dari negara mitra dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga industri dalam negeri dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Studi Kasus 3 (Kelompok 5): Peran IMF dan World Bank dalam Mendukung Stabilitas Ekonomi Indonesia

Sebagai anggota IMF dan World Bank, Indonesia dapat memperoleh bantuan teknis maupun pembiayaan pembangunan, misalnya dalam bentuk pinjaman untuk proyek infrastruktur atau bantuan kebijakan saat menghadapi tekanan neraca pembayaran. Meski demikian, bantuan dari lembaga multilateral ini umumnya disertai persyaratan (kondisionalitas) tertentu yang perlu dipertimbangkan secara cermat oleh pemerintah agar tidak menimbulkan ketergantungan jangka panjang.

Studi Kasus 4 (Kelompok 6): Manfaat Kerja Sama Bilateral IA-CEPA bagi Ekspor Produk Pertanian

IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) memberikan kemudahan tarif bagi berbagai produk ekspor Indonesia ke Australia, termasuk produk pertanian dan perikanan. Di sisi lain, Indonesia juga membuka akses lebih besar bagi produk ternak dan hasil pertanian dari Australia, seperti daging sapi dan gandum, yang perlu diantisipasi agar tidak merugikan petani dan peternak lokal.

Pertanyaan Analisis (jawab sesuai studi kasus kelompok kalian):

1. Termasuk bentuk kerja sama apakah studi kasus kelompok kalian (bilateral/regional/multilateral)? Jelaskan alasannya.

2. Apa manfaat kerja sama tersebut bagi perekonomian Indonesia?

3. Apa tantangan yang mungkin dihadapi Indonesia dari kerja sama tersebut?

4. Menurut kelompok kalian, langkah apa yang perlu dilakukan Indonesia (pemerintah, pelaku usaha, atau masyarakat) agar dapat mengoptimalkan manfaat kerja sama tersebut?

Bagian 3. Refleksi Individu

Jawablah pertanyaan berikut secara mandiri di akhir pembelajaran.

1. Bentuk kerja sama ekonomi internasional mana yang menurutmu paling berdampak bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia? Mengapa?

2. Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang kerja sama ekonomi internasional?

3. Sebagai warga negara sekaligus bagian dari masyarakat ekonomi dunia, sikap apa yang perlu kamu kembangkan dalam menghadapi kerja sama ekonomi internasional?

Selasa, 04 Januari 2022

Muqadimah pidato

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أََمَّا بَعْدُ

Sekian yang dapat saya sampaikan, bila ada kata yang kurang berkenan di hati para hadirin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, kebaikan datang dari Allah SWT dan kesalahan datang dari saya selaku manusia biasa yang tidak luput dari lupa, salah dan dosa. Demikian kiranya dan akhir kata saya haturkan terima kasih, Wassalamu'alaikum Wr. Wb."

Senin, 20 September 2021

Jurnal Umum Bengkel Motor Makmur

 

BENGKEL MOTOR “MAKMUR”

JURNAL UMUM

PER 31 AGUSTUS 2010 

Tanggal

Uraian

Ref

Debet

Kredit

2010

Agustus

1

Kas

          Modal

 

10.000.000

-

-

10.000.000

3

Peralatan

          Kas

 

3.000.000

-

-

3.000.000

4

Perlengkapan

          Utang

 

500.000

-

-

500.000

10

Beban Listrik

           Kas

 

600.000

-

-

600.000

15

Kas

Piutang Usaha

            Pendapatan Jasa

 

1.500.000

1.000.000

-

-

-

2.500.000

20

Utang

            Kas

 

500.000

-

-

500.000

25

Beban Gaji

            Kas

 

800.000

-

-

800.000

26

Prive

            Kas

 

200.000

-

-

200.000

27

Beban Perlengkapan

            Perlengkapan

 

200.000

-

-

200.000

 

Jumlah

 

18.300.000

18.300.000